Pengikut

Minggu, 20 Januari 2013

6 Penyebab Banjir Besar Jakarta

TEMPO.CO , Jakarta--Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengumumkan, hujan lebat dan sangat lebat berpotensi berlanjut hari ini, Jumat 18 Januari 2013 hingga lusa. Sama seperti yang sudah terjadi sejak awal bulan ini, hujan merata se Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang.
Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi BMKG Hary Tirto pernah menjelaskan kalau level tanah di Jakarta sebenarnya sudah jenuh oleh hujan lebat 2-3 jam yang rajin datang sejak awal bulan. "Kalau tanah sudah jenuh, hujan berapa jam pun akan menimbulkan genangan," katanya Selasa lalu.
Tanah yang sudah jenuh itu masih harus 'menanggung' air dari luapan sungai di banyak tempat. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, kemampuan Kali Ciliwung hilir, Angke, Pesanggrahan dan Krukut bahkan hanya mampu mengalirkan kurang dari 30% banjir yang ada. »Tidak heran jika selalu banjir,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.
Fungsi sungai mandul karena penyempitan dan pendangkalan itu diperparah dengan kondisi di hulu yang juga sudah rusak. Air hujan yang jatuh di sana tak banyak lagi yang bisa terserap ke dalam tanah. Mereka banyak tergelontor ke dalam sungai-sungai yang bermuara ke ibu kota.
Profil aktual dari kawasan Puncak, Bogor, ini diungkap Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah Institut Pertanian Bogor yang menyebutkan bahwa laju pembangunan yang tak terkendali menyebabkan hilangnya fungsi resapan air di kawasan Puncak. »Kehilangan fungsi resapan hingga 50 persen dibandingkan kondisi 15 tahun lalu,” kata Kepala Pusat Studi Bencana IPB, Profesor Euis Sunarti.
Koordinator Komunitas Peduli Ciliwung, Een Irawan, juga menyatakan kalau kondisi Daerah Aliran Sungai Ciliwung semakin parah dari tahun ke tahun. Gejalanya, menurut dia, dapat dilihat secara kasat mata yakni ketika debit meninggi dan sungai meluap: airnya coklat gelap.
Itu, kata Een, pertanda material tanah ikut terbawa aliran. "Ketika turun hujan di Puncak, debit Ciliwung pasti naik sehingga menyebabkan banjir di Jakarta."
Di luar tiga faktor penyebab itu, banjir di sebagian wilayah di Jakarta juga dituding disebabkan oleh penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ery Basworo menyatakan ini ketika menjelaskan mengapa ruas Jalan Daan Mogot dan sebagian titik di Jakarta Barat bisa ikut terendam.
Penurunan tanah yang mencapai 10 sentimeter per tahun jelas mampu menciptakan cekungan. »Ini banyak di Jakarta Barat dan Jakarta Utara,” katanya.
Faktor penyebab banjir besar di Jakarta ini bisa bertambah jika memperhitungkan laut yang juga mulai pasang pertengahan bulan ini. Atau, ruang terbuka hijau di Jakarta yang selama ini mendapat kritik karena tak sampai memenuhi syarat minimal, yakni 30 persen dari luas wilayah. Taman-taman dan daerah resapan air di Jakarta sejauh ini hanya menghimpun tak sampai 10 persen luas ibu kota.

Gara-Gara Merampok, Digantung di Depan Umum  


TEMPO.CO, TEHERAN –Iran menggantung dua perampok pada Ahad 20 Januari 2013. Kantor berita ISNA melaporkan kedua terpidana digantung pada pukul 06.30 pagi waktu setempat di ibu kota Teheran. Hukuman ini disaksikan oleh massa yang berjumlah sekitar 300 orang.
Alireza Mafiha dan Mohammad Ali Sorouri, keduanya berusia di bawah 24 tahun, terbukti bersalah melakukan Moharebeh atau perampokan bersenjata. Dalam hukum Iran, perampokan dengan senjata tajam memperoleh ancaman hukuman maksimal mati.
Bukti bahwa keduanya terlibat dalam perampokan terpampang dalam sebuah video yang diunggah ke situs YouTube pada 6 Desember lalu. Keduanya mengancam dan merampok seorang pria di jalanan kota Teheran dengan sebuah senjata tajam. Keduanya ditangkap beserta kaki tangan mereka setelah tayangan tersebut beredar luas, termasuk di televisi pemerintah.
Adapun kedua kaki tanga mereka dihukum 10 tahun penjara, 74 cambukan serta lima tahun di pengasingan. Lembaga pengawas hak asasi manusia, Amnesty International, mengutuk penggantungan keduanya.
Menyusul serangan itu, aparat hukum Iran berjanji akan memberikan hukuman maksimal terhadap para penjahat tersebut. Iran merupakan salah satu negara selain Arab Saudi, Cina dan Amerika Serikat yang paling banyak menerapkan hukuman mati.

Banjir, Kawasan Industri Rugi Rp 190 Juta per Hari

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, mengatakan, kawasan industri, Kawasan Berikat Nusantara (KBN), menderita kerugian Rp 190 juta per hari akibat banjir yang melanda Jakarta sejak Kamis, 17 Januari 2013.
"Mereka menderita kerugian yang signifikan karena akses yang lumpuh," katanya ketika dihubungi Tempo di Jakarta, Sabtu, 19 Januari 2013.
Sarman mengatakan, mayoritas industri di KBN merupakan industri padat karya, khususnya garmen. Para pelaku industri garmen tersebut, kata Sarman, mengalami penurunan produksi sekitar 60 persen akibat banjir tersebut. Menurut dia, produksi terhambat bukan karena pabrik lumpuh karena terkena banjir. "Kendalanya pekerja tidak bisa masuk ke KBN, jadi aktivitas operasional pun terhambat," katanya.
Berdasarkan pantauan Kadin Jakarta, aktivitas di KBN sudah berangsur normal pada Jumat lalu, 18 Januari 2013. Tapi pelaku industri tetap waspada karena hujan deras masih bakal mengguyur Jabodetabek selama seminggu mendatang.

JK: Tidak ada gunanya ibu kota dipindah dari Jakarta


MERDEKA.COM,
Setiap kali banjir datang melanda DKI Jakarta, wacana pemindahan ibu kota pun selalu jadi perbincangan hangat di kalangan elit politik maupun masyarakat pada umumnya.

Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla berpendapat pemindahan ibu kota bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi kebanjiran yang hampir tiap tahun datang menyapa warga Jakarta.

"Tidak ada gunanya pindah kalau Jakarta nya tetap banjir dan kumuh," kata JK dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jumat (18/1).

Menurutnya, perbaikan Jakarta secara berkala akan lebih tepat ketimbang harus memindahkan ibu kota.

"Prioritaskan perbaiki Jakarta, banjirnya diselesaikan, kumuhnya, dan macetnya diselesaikan," ujarnya.

Ketua PMI ini juga menilai, akan ada hambatan lain jika ibu kota negara tetap dipaksakan pindah.

"Kalau pindah itu ke mana dan kalau cuma kantor yang pindah itu gampang tapi orangnya gimana," pungkasnya.
Sumber: Merdeka.com

Rio Ferdinand: 'Stay Safe Jakarta'


OLEH    DONNY AFRONI
Bek Manchester United Rio Ferdinand turut memperlihatkan kepeduliannya atas banjir yang melanda sebagian wilayah DKI Jakarta kemarin.

Kepedulian Ferdinand itu ditunjukkan melalui akun Twitter resminya @rioferdy5. Pemain senior United ini melihat foto kondisi di sekitar bundaran air mancur yang terletak di ujung Jalan MH Thamrin-Medan Merdeka Selatan-Medan Merdeka Barat-Budi Kemulian yang tergenang air.

Ferdinand yang pernah menyambangi Jakarta pada akhir Juni 2011 memberikan komentarnya mengenai banjir yang melumpuhkan ibukota Indonesia ini.

“Baru melihat gambar ini, saya pernah di sana di mana gambar ini diambil. Tetap jaga keselamatan warga Jakarta,” kicau Ferdinand.

Sepanjang dua hari, Jakarta dilanda banjir. Jalan Sudirman-MH Thamrin yang merupakan kawasan jantung ibukota negara pun tak luput dari terjangan banjir, sehingga melumpuhkan banyak aspek di Jakarta. Badan nasional penanggulangan bencana (BNPB) merilis, banjir tersebut menelan 12 korban jiwa, dan sekitar 18 ribu warga mengungsi.

Grand Livina

IT'S a WHOLE NEW EXPERIENCE

Model Uji Grand Livina
Mesin 4-silinder segaris, 1.498 cc, CVTC
Tenaga 109 hp @ 6.000 rpm
Torsi 147 Nm @ 4.000 rpm
Transmisi Otomatis, 4-speed
Transmisi Manual, 5-speed
Akselerasi 0 – 100 kpj 14,9 detik

GRAND LIVINA
1.5 S MTManual1500 ccRp.162.000.000,00
1.5 SV MTManual1500 ccRp.172.000.000,00
1.5 SV ATAutomatic1500 ccRp.182.000.000,00
1.5 XV MTManual1500 ccRp.187.000.000,00
1.5 XV ATAutomatic1500 ccRp.197.000.000,00
1.5 Ultimate ATAutomatic1500 ccRp.212.000.000,00
GRAND LIVINA AUTECH
1.5 HWS MTManual1500 ccRp.202.600.000,00
1.5 HWS ATAutomatic1500 ccRp.212.600.000,00
1.8 HWS MTManual1800 ccRp.235.900.000,00
1.8 HWS ATAutomatic1800 ccRp.243.200.000,00
*Harga sewaktu-waktu dapat berubah
*untuk plat T di kenakan biaya bbn sebesar Rp. 2.150.000,-

Sejak dipasarkan secara resmi di Indonesia pada April 2007, penjualan Nissan Grand Livina tetap stabil hingga sekarang. Dari awal MPV 7-penumpang ini diposisikan sebagai tulang punggung penjualan Nissan di Indonesia dengan kontribusi penjualan sebesar 60 persen dari total penjualan. Dari awal diluncurkan 2007 hingga 2010, Grand Livina telah memperoleh 15 award dan penghargaan dari berbagai media dan institusi.”Dengan tetap mengutamakan design yang stylish, kenyamanan (comfort) dan kosumsi bahan bakar yang irit, kini kami menghadirkan the New Nissan Grand Livina,” kata Takayuki Kimura, Presiden Direktur NMI.

Penyempurnaan pada interior dilakukan dengan mengganti warna beige (krem) menjadi black (hitam). Speedometer kini berwarna dasar putih (kecuali tipe SV), membuat visibilitas semakin jelas. Tampilan interior New Grand Livina lebih sporty dan fresh.
Sementara pada elemen eksterior, desain New Nissan Grand Livina semakin stylish dengan desain grille dan alloy wheel yang baru.
Model baru ini dipasarkan dengan lima pilihan warna yaitu: hitam, silver, abu-abu dan warna baru merah dan putih. Saat ini pemesanan seluruh line-up New Grand Livina sudah dapat dilakukan di seluruh dealer Nissan di Indonesia.
EXTERIOR
Kemewahan yang terlihat dari sisi depan Nissan NEW GRAND LIVINA memberikan kesan yang berani dengan keindahan desain dan fungsional. Sebenarnya tidak ada perbedaan mencolok yang memperlihatkan tampilan Nissan Grand Livina 1.5 SV M/T dengan varian yang lainnya dalam urusan tampilan.
Memandang tampangnya, memang akan membuat mata susah berpaling. Padangan bemper dan grill baru dengan garis-garis melintang horizontal yang dikelilingi lapisan krom dan velg terbaru, memberikan kesan elegan pada Nissan Grand Livina 1.5 SV M/T.
New Grille Design
Front Styling
New Alloy Wheel
INTERIOR
Airbag
Sementara masuk kedalam kabinnya, nuansa hitam menjadi sangat kental, tersemat pada setiap detail interior Grand Livina ini, baik jok, dashboard sampai ke doortrim. Mobil MPV 7 penumpang ini seolah menjadi lebih dewasa dengan tampilan serba hitam. Begitu juga terdapat kain pelapis jok yang berbeda dari sebelumnya yang kini terlihat lebih mewah.
New Comfortable Black Interior
for tipe Ultimate

Untuk posisi pengemudi terbilang nyaman untuk mengendarai Nissan Grand Livina ini. Pengemudi dapat menjangkau dengan mudah untuk panel – panel yang ada di dashboard maupun doortrim. Dengan kaca depan yang landai, pengemudi dapat melihat pandangan ke depan lebih leluasa.
Kenyamanan juga bisa didapat di kabin penumpang tengah, karena luasnya jarak antara bangku tengah dan depan. Penumpang tidak perlu takut kepanasan karena terdapat tempat keluarnya A/C untuk penumpang belakang yang terletak di konsol tengah. Apalagi dengan adanya Head Unit dari JVC yang bisa membaca piringan DVD dan dilengkapi dengan monitor yang terletak di bagian atas antara jok depan yang bisa membuat penumpang semakin nyaman. Untuk fitur yang dimiliki Nissan Grand Livina SV ini bisa terbilang cukup. Karena fitur ini menjadi fitur standar dari Nissan Grand Livina. Sedangkan untuk tipe ultimate Head Unit DVD terletak di bagian headrest kursu depan kiri dan kanan.
Interior Grand Livina tipe SV
LCD pada Tipe Ultimate

Performa
Nissan Grand Livina 1.5 SV M/T ini mengusung mesin 1.5l 4 silinder segaris, 16 valve, DOHC dan CVTC (Continuous Variable Valve Timing Control) dengan transmisi manual 5-percepatan. Mobil yang cukup responsif ini mampu menyemburkan tenaga hingga 109 PS pada 6000 rpm.
Meskipun dibekali mesin yang cukup responsif, mobil ini bisa masuk dalam kategori irit. Dari catatan yang pernah ada, mobil ini mampu mengkonsumsi 1 liter bensin dengan menempuh jarak 12,3 km untuk dalam kota. Sedangkan untuk jalan bebas hambatan ataupun perjalanan keluar kota, mobil ini mampu mengkonsumsi 1 liter untuk jarak 15,7 km.
Dalam hal handling, Nissan Grand Livina 1.5 SV M/T cukup nyaman untuk dikemudikan. Jika diajak bermauver, mobil ini sangat mudah dikendalikan dengan didukung ukuran velg 15 inchi dan ban berprofil 185/65. Malah tergolong lincah untuk sebuah mobil MPV. Begitu juga saat dipacu pada kecepatan tinggi, tidak ada kesulitan berarti saat mengendalikannya.
Hadirnya Nissan Grand Livina 1.5 SV M/T tidak bisa dianggap sebelah mata oleh para pesaingnya. Dengan harga yang sangat bersaing diantara para pesaingnya seperti Toyota Kijang Innova dan Honda Freed, Nissan sepertinya percaya diri dengan Grand Livina terbaru ini.
Tipe Highway Star
Grand Livina Highway Star merupakan hasil kolaborasi antara Nissan Corp. dan Autech Jepang yang notabene sebagai anak perusahaan Nissan yang fokus pada desain dan tune mobil-mobil Nissan, seperti X-Trail, Dualis, Bluebird Sylphy, Teana, Serena, Wingroad dan Tiida.

Interior HWS
Exterior HWS
Autech merupakan Autech Japan Inc perusahaan yang didirikan oleh Nissan Motor Company Limited Jepang sejak 1986. Perusahaan ini merancang khusus sebuah kendaraan untuk tujuan tertentu dengan bisnis utamanya sebagai SV (Speciality Vehicle), LV (Life Care Vehicle) dan WV (Work Use Vehicle).
Kerja sama dengan NMI dalam bentuk SV dengan merancang kendaraan Nissan yang disesuaikan dengan kebutuhan serta keinginan konsumen di Indonesia, namun tetap memperhatikan kenyamanan dan penggunaan sehari-hari. Tim designer Autech sebelumnya sudah menjajah Nissan X-Trail maupun Nissan Serena agar tampil lebih sporty. Lantas seperti apa hasil rombakan tim modifikasi khusus Nissan itu pada Grand Livina? Simak review ekslusif dari tim BosMobil.com beberapa waktu lalu.

Eksterior
Sama seperti racikan Autech lainnya, banyak aksesoris tambahan yang ditempel pada Nissan Grand Livina Highway Star. Pada front facia misalnya, desian grill depan kini berbentuk empat garis horizontal berlapis krom. Kemudian bentuk bumper juga direvisi sehingga terlihat lebih sporty apalagi dipadu fog lamp garnish dengan desain baru.
Pada bagian sisi, Nissan mempersembahkan bodi Grand Livina Highway Star dengan tambahan side skirt Autech. MPV 7 penumpang itu juga punya sepatu baru dengan penggunaan velg alloy 15 inci multi spoke berlekuk frill two tone colour.
Untuk sektor buritan, aksesoris Autech bisa ditemukan dari rear bumper spoiler dan rear upper spoiler baru. Bentuk rear commbination lamp tetap sama dengan Grand Livina lain, tapi di bagian belakang tepatnya di dekat handle bagasi ada tambahan emblem Highway Star yang disepuh krom.
Interior
Elemen Autech ternyata tak cuma menyentuh eksterior, tapi juga sisi interior. Begitu pintu dibuka, maka nuansa kabin berwarna hitam langsung menyeruak. Jok dan door trim dilapis kulit berwarna hitam yang juga senada warna dashboard Nissan Grand Livina Hihgway Star. Namun untuk pilar dan plafon dibalut dengan bahan suede berwarna beige.
Sarana hiburan pun cukup mumpuni. Audio system Nissan Grand Livina Highway Star siap memainkan CD, MP3, serta DVD dengan tambahan slot USB, Aux-in, hingga SD Card. Lagi-lagi mirip Nissan Serena Highway Star, pada head rest jok penumpang depan dan sopir juga ditanamkan layar monitor.
Performance
Dibalut tambahan bodykit, velg baru plus interior yang lebih mewah, ternyata jika membuka kap mesin maka versi Highway Star ini masih menggunakan jeroan yang sama dengan Nissan Grand Livina 1.8.

Bermodal mesin 1.8L 4 silinder DOHC CVTC dengan kode MR18DE, karuan saja lompatan tenaga dan torsi masih setara Grand Livina 1.8, yakni 126 PS pada 5.200 rpm dnegan torsi puncak 17,7 Kg-m di 4.800 rpm.

Ketika dilakukan uji jalan, saat posisi tuas transmisi ada di "D", akselerasi kurang optimal, tapi mobil bisa dipacu hingga kecepatan tinggi. Pada kondisi jarum speedometer menunjukkan 160 km/jam, mobil masih tetap nyaman, setir tidak mengalami getaran, dan deru mesin serta gesekan ban dengan permukaan aspal juga tidak berlebihan.
Jika membutuhkan akselerasi yang lebih baik maka tuas transmisi tinggal di geser ke posisi "2". Pada posisi ini juga berguna ketika menjelajahi medan jalan menanjak atau turunan tajam. Selain dengan menggeser ke posisi "2", akselerasi bisa juga di dapat dengan mengaktifkan fitur over drive. Caranya, tinggal tekan tombol kecil yang ada di tuas transmisi untuk mengaktifkan, lalu injak pedal gas dalam-dalam, maka Grand Livina Highway Star bisa melaju lebih lincah.
Suspensi yang masih menggunakan McPherson strut with stabilizer di depan dan Torsion beam with stabilizer pada bagian belakang membuat kaki-kaki Nissan Grand Livina Highway Star tak ada bedanya dengan Grand Livina 1.8L lain. Jika mobil dimuati 3-4 orang maka stabilitas sangat baik, tapi jika hanya sendiri, maka saat kecepatan tinggi masih muncul gejala ajrut-ajrutan. Nilai plusnya, versi teratas ini sudah diperkuat sistem keselamatan aktif ABS, EBD, dan BA.

Perbandingan Antara Suzuki Ertiga Vs Grand Livina Vs All New Avanza Vs All New Xenia

by rieka on August 8, 2012
Memiliki kendaraan pribadi merupakan dambaan setiap keluarga Indonesia. Tak hanya akan digunakan pada saat liburan, namun untuk mendukung kegiatan sehari-hari seperti berangkat ke kantor ataupun mengantar anak kesekolah sangatlah diperlukan mengingat sarana angkutan umum belum memenuhi standar bagi mereka yang memiliki ekonomi yang cukup mapan.
Belakangan ini, untuk memilih kendaraan yang ideal bagi keluarga tentu saja sedikit membingungkan konsumen mengingat pada kelas Low-end MPV 7 penumpang telah hadir jawara-jawara yang notabene hasil kreasi para desainer otomotif dan engineering dari negara matahari terbit dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan. Nah, agar tidak membingungkan konsumen, disini kami membuat sebuah komparansi atau perbandingan yang fair antara Grand Livina Vs Suzuki Ertiga Vs All New Avanza Vs All New Xenia. Komparansi ini kami buat dari perspektif beberapa pengamat ekonomi otomotif, namun juga berdasarkan test drive yang dilakukan pada setiap produk Low-end MPV tersebut.
Dalam membeli sebuah kendaraan MPV yang telah hadir pada bursa otomotif Indonesia, tentu saja ada 6 (enam) hal yang akan menjadi pertimbangan konsumen, diantaranya adalah :
Fitur
Berbicara mengenai fitur, tentu saja ada beberapa kesamaan pada All New Xenia 1.3 R (M/T), Grand Livina SV 1.5 M/T, Ertiga 1.4 (M/T) dan juga All New Avanza 1.5 G (M/T). Mengingat produk yang ditawarkan harus sesuai dengan perkembangan pada teknologi otomotif masa kini, maka setiap produsen dari kendaraan Low-end MPV telah mengaplikasikan fitur tilt steering, EPS (Electronic Power Steering), wiper belakang, mode intermittent pada wiper depan dan reflektor belakang yang juga merupakan fitur keselamatan pada saat mengemudi dimalam hari. Untuk EPS tentu saja akan meringankan kinerja mesin yang nantinya penggunaan bahan bakar akan lebih efisien.
Karena MPV adalah kendaraan keluarga, maka fitur wajib lainnya yang juga telah dimiliki oleh keempat produk MPV yang kami sebutkan diatas adalah Audio System, dimana telah terpasang head unit yang sudah terintegrasi dengan slot USB, konektor aux-in dan juga Bluetooth connection.
Kenyamanan
Pemenang pada komparansi kenyamanan berkendara tentu saja dimiliki oleh Grand Livina dan Suzuki Ertiga, namun persaingan antara keduanya tak terelakan mengingat baik GL ataupun SE memiliki beberapa keunggulannya masing-masing yang hanya bisa ditentukan oleh selera berkendara konsumen.
Ertiga telah memiliki fitur Driver Height Seat Adjuster, dimana pengemudi dapat mengkonfigurasi bangku pengemudi membuat posisi mengemudi menjadi lebih ekonomis dengan jangkauan dan jarak pandang yang lebih baik dan menyenangkan.
Sedangkan untuk kenyamanan penumpang dalam menempuh perjalanan jauh baik GL, SE, Avanza dan Xenia telah dilengkapi fitur arm rest. Poin penting yang diperhitungkan adalah SE memiliki pintu samping yang lebih panjang sehingga penumpang akan lebih leluasa untuk keluar ataupun masuk kedalam kabin.
Ukuran kabin yang dimiliki oleh keempat MPV tentu saja berbeda satu dengan yang lainnya. Untuk menambah ruang kabin, pada Avanza dan Xenia konsumen dengan mudah melakukannya dengan melipat bangku yang berada pada baris kedua, sedangankan pada SE dan GL dapat dilakukan dengan cara mendorong seat yang ada pada baris kedua jika hendak masuk ke bagian belakang kabinnya.
Berbicara mengenai suspensi, GL lebih unggul dari SE, namun bantingannya lebih keras akan tetapi lebih stabil saat melakukan manuver yang ekstrim dan juga suspensi GL sedikit lebih meredam kejutan atau getaran yang terjadi saat melewati permukaan jalan yang tidak rata.
Desain
Melihat desain eksterior dan interior, tentu saja All New Avanza, All New Xenia dan Ertiga telah mendapat sentuhan yang lebih fresh dibandingkan dengan Grand Livina yang tak mengalami banyak perubahan dengan para pendahulunya. Ertiga sendiri mengusung desain minimalis yang ditandai dengan adanya garis kontur bodi sehingga terlihat lebih mewah dan elegan dari MPV lainnya.
Hanya saja pada bagian belakang, Ertiga memiliki desain stop lamp yang kurang pas dan terlalu kecil jika dipandang dari belakang. Untuk menyeimbanginya, desain ground clearance dibuat lebih rendah menyerupai sedan dan hal ini sangat berbeda dengan MPV lainnya. Sejatinya antara Ertiga dan GL memiliki kemiripan dalam hal desain, namun pihak Nissan tak pernah memberikan sentuhan lainnya layaknya desain All New Avanza dan All New Xenia.
Konsumsi Bahan Bakar
Nah, ini merupakan kunci utama keberhasilan produk MPV yang dipasarkan dipasarkan di Indonesia, mengingat saat ini konsumen sangat selektif dalam mempertimbangkan membeli sebuah mobil. Nama besar All New Avanza dan All New Xenia tentu saja tak bisa mengalahkan Grand Livina dan Ertiga dalam hal efisiensi bahan bakar.
Dalam beberapa uji coba dalam kota yang pernah dipublikasikan oleh sebuah majalah otomotif dengan menggunakan bensin Shell Super, Avanza 9,6km:1ltr , Xenia 12,1km:1ltr, Grand Livina 12,86km:1ltr sedangkan Ertiga dengan 1 liter dapat mencapai 13km jarak yang yang ditempuh. Kesimpulan yang diambil, untuk dalam kota jelas Ertiga memenangi pertarungan ini.
Sedangkan untuk luar kota, Grand Livina 18,2 km:1ltr, Ertiga 16,3 km:1ltr, Xenia 14 km:1ltr dan 11,5 km:ltr. Dari hasil ini mobil Livina jelas pemenangnya untuk jarak tempuh luar kota.
Tak hanya itu, test juga dilakukan saat kecepatan kontsan 100 km/jam dimana 1 liter bensin, GL akan menempuh 20km, Ertiga 18,6 km, Xenia 16km dan Avanza hanya mentok 14 km.
Performa mesin
Berbicara mengenai performa disini bukan untuk mengadu kecepatan saat dijalanan menginat ke empat kendaraan ini bukanlah mobil sport. Karena MPV adalah kendaraan keluarga maka performa yang dimaksudkan disini adalah mengenai daya angkut penumpang dan barang dengan berbagai kondisi jalan baik tanjakan ataupun turunan. Ertiga yang memiliki transmisi manual, tentu saja memiliki engine brake yang lebih baik dibandingkan dengan kompetitornya saat dijalanan yang banyak belokan dan turunan.
Namun dari kapasitas mesin, tentu saja pemenangnya adalah All New Avanza, karena walaupun terjadi penurunan tenaga karena menggunakan penggerak roda belakang, namun Avanza dapat bersaing ketat dengan Grand Livina untuk mencapai kecepetan 100 km/jam dan selisih antara keduanya hanya 0,1 detik saja. GL juga memiliki rasio gigi yang cukup rapat dalam perjalanan menengah. Saat mencapai 402 meter, GL menang 0,1 detik saja. Sedangkan Ertiga dan Xenia membutuhkan waktu 1 detik untuk mencapai 402 meter, meskipun Ertiga sendiri telah menggunakan penggerak roda depan.
Akomodasi
Salah satu pertimbangan penting adalah akomodasi dan karena MPV adalah kendaraan MPV 7 penumpang maka bagi sebagian orang khususnya mereka yang memiliki anggota keluar sebanyak itu tentu saja kendaraannya akan lebih sering digunakan sebagai pengangkut barang belanjaan ataupun membawa perlengkapan berlibur.
Kendaraan Low-end MPV yang ditawarkan oleh beberapa produsen otomotif Jepang ini tentu saja memiliki ruang bagasi yang berbeda. Avanza dan Xenia memiliki ruang paling lega jika kursi telah ditegakkan sedangkan Livina akan lebih luar karena bangku dapat dilipat ke lantainya. Namun jika kita berbicara mengenai kuantitas dan utilitas tempat penyimpanan atau juga holder (cup/holder), Avanza dan Xenia lebih unggul, diikuti oleh Ertiga dan New Grand Livina.
Harga
Faktor penentu lainnya adalah harga mobil itu sendiri. Low-end MPV termurah saat ini masih dipegang Ertiga yaitu tipe GA yang pada price listnya seharga Rp. 143juta (OTR JADETABEK). Namun jika Bapak/Ibn menginginkan kendaraan dengan fitur yang lebih lengkap Ertiga 1.4 M/T seharga Rp 165 juta (OTR-Jakarta) merupakan pilihan yang terbaik di antara rival-rival sekelasnya. All New Avanza 1.5 G M/T harga terbaru adalah Rp 167,4 juta (OTR-Jakarta), New Grand Livina 1.5 SV M/T Rp 172 juta.
Hasil Akhir
Dari semua komparansi yang dilakukan, Suzuki Ertiga memiliki rating terbaik dari semua MPV yang berada dikelasnya. Memang keunggulan yang dimiliki tak berbeda jauh dari rivalnya, namun dengan desain yang diterapkan serta fitur yang disuguhkan oleh kendaraan dibuat oleh Maruti Suzuki seperti tombol audio di setir, dengan head unit yang dilengkapi soket auxiliary, tentu saja telah menjadikan Ertiga sebagai kendaraan yang sangat ideal bagi keluarga Indonesia.
Aspek lainnya yang menjadi pertimbangan adalah efisiensi bahan bakar karena seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa di Indonesia harga per liter bahan bakar cukup mahal belum lagi biaya tol dan juga parkir yang semakin hari semakin besar saja.
Dengan perbandingan yang dibuat antara Grand Livina Vs Suzuki Ertiga Vs All New Avanza Vs All New Xenia, kami memberikan gambaran kepada konsumen agar dapat memilih kendaraan yang tepat guna mendukung aktivitasnya masing-masing. Berpikirlah lebih bijaksana dan jangan pernah hanya melihat brandnya saja, karena memasuki era baru dalam teknologi, tentu saja setiap produk otomotif Jepang memiliki perbedaan yang sangat tipis.